Sudah kah Praktek Hari Ini?

(Re-Share) Artikel blog ini ditulis oleh alumni English Studio : Ilham Baharuddin 

.

In theory there is no difference between theory and practice. In practice there is. — Yogi Berra

.

Kemarin saya sempat membaca sebuah artikel tentang cara meningkatkan kemahiran dalam belajar bahasa apapun itu. Saya lupa siapa penulisnya, tapi lumayan membuat pikiranku terbuka untuk belajar hal-hal baru lagi dan menjadi teman yang baik saat perjalanan 15 jam dari Kediri ke Bandung.
.
Dalam artikel tersebut menyatakan bahwa bakat hanya memberikan 20% kelebihan untuk melakukan sesuatu. Selebihnya dipengaruhi oleh usaha yang cerdas dan maksimal. Banyak hal baru yang sangat menarik untuk dipelajari dan dikuasai, salah satunya adalah belajar bahasa. “Wow, saya banget nih,” ujarku saat membaca pembukaan artikel itu.
.
Namun,  banyak juga yang menyerah belajar karena memang mereka belum tahu cara belajar cerdas dan maksimal. Sehingga mereka yang sudah belajar bertahun-tahun tetap tak mampu mengucapkan kata dengan baik, ada malahan mereka yang tahu dengan baik teorinya tapi masih saja belum mampu mengungkapkannya. 
.
Saya kemudian teringat dengan salah satu teman seperantauan yang sudah lama mengelilingi Kampung Inggris tapi masih mengeluh dengan pelajaran yang dia peroleh di beberapa tempat kursus yang dia masuki. “selama hampir dua tahun be, nda da pi yang bisa kasi pintar ka belajar bahasa inggris ini. Apa kira-kira salah dih?” keluhnya waktu itu di warung kopi. 
.
Saya mulai berpikir dan bertanya kepadanya, “sering ji ki praktek nah?” lalu dia menjawab dengan sederhana “malu ka belah praktek, karena nda kutau ki”. 
.
Nah ini dia problemnya. Bahasa itu menurutku adalah skill yang harus diasah terus menerus. Banyak diantara kita sudah bisa dikatakan ahli dalam teori, tapi masih enggan mempraktekkannya. Alasan malu menjadi faktor utamanya. Come on guys, sampai kapan kamu bisa tau kalau mal uterus dipelihara?
.
Untungnya di English Studio menerapkan system learning by doing dimana praktek sebagai prioritas mengembangkan skill yang dibutuhkan. Listening, Writing, Reading, dan Speaking section diprovide sedemikian sehingga agar siswa selalu aktif mencari cara belajar yang tepat untuk mereka. Setiap tutor pun dibekali dengan metode uniknya masing-masing untuk menyemangati, dan mendorong siswa tetap survive dan deliberate practice every day.
.
Jadi, Apa yang kamu praktekkan hari ini?   
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s